Semoga blog ini bisa bermanfaat--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..--..Jangan lupa comment dan join this site ya.....!!!!!!

Kamis, 19 Januari 2012

prosedur audit/pemeriksaan akuntansi


Prosedur Audit

Prosedur – Prosedur Audit
Prosedur Audit adalah tindakan yang di lakukan atau metode dan taknik yang digunakan oleh auditor untuk mendapatkan atau mengevaluasi bukti audit.
a.    Jenis – Jenis Prosedur Audit
-          Prosedur Analitis
Terdiri dari kegiatan yang mempelajari dan membandingkan data yang memiliki hubungan.Prosedur analitis mengahsilkan bukti analitis.
-          Menginspeksi
Meliputi kegiatan pemeriksaan secara teliti atau pemeriksaan secara mendalam atas dokumen catatan atau pemeriksaan fisik atas sumber-sumber berwujud. Dengan cara ini auditor dapat membuktikan keaslian suatu dokumen.
-          Mengkonfirmasi
Adalah suatu bentuk pengajuan pertanyaan yang memungkinkan auditor untuk mendapatkan informasi langsung dari sumber independent dari luar perusahaan.
-          Mengajukan pertanyaan
Hal ini bisa dilakukan secara lisan ataupun tertulis.Pertanyaan bisa dilakukan kepada sumber intern pada perusahaan klien atau pada pihak luar.
-          Menghitung
1.    Penerapan prosedur menghitung yang paling umum dilakukan adalah:
melakukan perhitungan fisik atas barang-barang berwujud
2.    menghitung dokumen bernomor tercetak
Tindakan yang pertama dimaksudkan untuk mengevaluasi bukti fisik dari jumlah yang ada di tangan sedangkan yang kedua merupakan cara untuk mengevaluasi bukti dokumen khususnya yang berkaitan dengan kelengkapan catatan akuntansi.
-         Menelusur Kegiatan yang biasa dilakukan adalah:
1.    Memilih dokumen yang di buat pada saat transaksi terjadi
2.    Menentukan bahwa dokumen pada transaksi tersebut telah dicatat dengan tepat dalam catatan akuntansi.
-         Mencocokkan ke dokumen
Kegiatannya meliputi :
1.     Memilih ayat jurnal tertentu dalam catatan akuntansi
2.    Mendapatkan dan menginspeksi dokumen tanyg menjadi dasar pembuatan ayat jurnal tersebut untuk menentukan validasi dan ketelitian transaksi yang dicatat.
-         Mengamati
Aktivitas ini merupakan kegiatan rutin dari suatu tipe transaksi.
-         Melakukan ulang
Auditor juga bisa melakukan ulang beberapa aspek dalam proses transaksi tertentu untuk memastikan bahwa proses yang telah dilakukan klien  sesuai dengan prosedur dan kebijakan pengendalian yang telah di tetapkan.
-         Teknik audit berbantu computer

Prosedur audit pada dasarnya dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Perencanaan audit (planning the audit)
Yaitu pemahaman atas sasaran yg akan diaudit, pengumpulan informasi awal, dan pengidentifikasian resiko
2.      Pengujian pengendalian (test of controls)
Yaitu penyelidikan, inspeksi dan observasi dari prosedur-prosedur kontrol untuk mengevaluasi apakah sistem telah mempunyai kontrol yg baik
3.      Pengujian substantif
a.       Pengujian transaksi (test of transactions)
b.      Di dalam hal audit keuangan terhadap sistem akuntansi berbasis komputer, contoh pengujian pengendalian ialah meneliti apakah transaksi-transaksi sudah dengan tepat dibukukan dalam catatan akuntansi. Sedangkan dalam audit operasional, pengujian pengendalian ini dapat dilakukan misalnya dengan memeriksa apakah respon time sudah sesuai dengan yang diharapkan.
c.       Pengujian saldo/keseluruhan hasil(test of balances or overall result)
Dalam audit keuangan, pengujian substantif atas saldo misalnya dilakukan dengan memeriksa apakah saldo suatu account(rekening, misalnya piutang) telah sesuai. Teknik audit dapat dilakukan dengan mengirimkan surat konfirmasi ke debitur. Sedangkan pada audit operasional misalnya dilakukan dengan memeriksa terhadap efisiensi dan efektifitas dalam kegiatan komputerisasi.
4.      Penyelesaian audit (Completion of the Audit)
Membuat kesimpulan/rekomendasi untuk dikomunikasikan pada manajemen.

b.  Penggolongan prosedur audit
1.      Prosedur untuk mendapatkan pemahaman
2.      Pengajuan pengendalian
3.      Pengujian subtantif
Terdiri dari
1.    Prosedur analitis
2.    Pengujian detil transaksi
3.    Pengujian detail saldo-saldo
c.    Langkah-langkah Audit
Dalam melakukan audit, seorang auditor haruslah mengetahui langkah-langkah audit apa yang akan dilakukan. Langkah-langkah audit ini ditempuh untuk memenuhi tujuan audit yaitu untuk mencapai perbaikan atas berbagai program/aktivitas dalam pengelolaan perusahaan yang masih memerlukan perbaikan. Dan perbaikan ini dilakukan terhadap objek-objek audit yang meliputi keseluruhan perusahaan dan kegiatan yang dikelola oleh perusahaan tersebut dalam rangka mencapai tujuannya.
Beberapa hal penting yang harus diperhatikan berkaitan dengan pelaksanaan audit ini, antara lain:
1.      Pemahaman auditor terhadap objek audit
Objek audit meliputi keseluruhan perusahaan dan/atau kegiatan yang dikelola oleh perusahaan tersebut dalam rangka mencapai tujuannya. Untuk mencapai tujuannya, objek audit menetapkan berbagai program yang pelaksanaannya dijabarkan ke dalam berbagai bentuk kegiatan. Auditor harus mengkomunikasikan dengan atasan pengelola objek atau pemberi tugas audit tentang pemahamannya terhadap berbagai program/aktivitas objek audit untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Komunikasi ini lebih efektif jika dilakukan secara tertulis, dengan meminta tanggapan pemberi tugas audit tentang hal-hal berikut:
-          Informasi yang mendukung tujuan audit.
-          Informasi yang mengarahkan ruang lingkup audit
-          Informasi yang mengarah pada tujuan audit
2.      Penentuan tujuan audit
Tujuan audit harus mengacu pada alasan mengapa audit harus dilakukan pada objek audit dan didasarkan pada penugasan audit. Dalam merumuskan tujuannya, auditor dapat melakukannya dengan cara sebagai berikut:
-          Mengidentifikasi tujuan yang ada, yang mungkin mempunyai arti penting pada pemberi tugas.
-          Mempertimbangkan tujuan audit yang telah ditetapkan pada masa sebelumnya.
-          Membahas dengan pemberi tugas dan pengelola objek audit
3.      Penentuan ruang lingkup dan tujuan audit
Ruang lingkup audit menunjukkan luas(area) dari tujuan audit. Penentuan ruang lingkup audit harus mengacu pada tujuan audit yang telah ditetapkan. Secara garis besar ruang lingkup audit manajemen terdiri atas:
-          Bidang keuangan
-          Ketaatan kepada peraturan dan kebijakan perusahaan
-          Ekonomisasi
-          Efisiensi
-          Efektivitas
Tujuan audit adalah target yang akan diaudit. Ada tiga elemen pentig dalam setiap tujuan audit, yaitu: Kriteria, Penyebab, Akibat.
4.      Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek audit
Review (penelaahan) ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang peraturan-peraturan yang berhubungan dengan objek audit baik bersifat umum maupun yang berhubungan khusus dengan berbagai program/aktivitas yang diselenggarakan pada objek audit. Dengan penelaahan ini auditor dapat memahami batas-batas wewenang objek audit dan berbagai program yang dilaksanakan dalam mencapai tujuannya.
5.      Pengembangan kriteria awal dalam audit
Kriteria adalah norma atau standar yang merupakan pedoman bagi setiap individu maupun kelompok dalam melakukan aktivitasnya di dalam perusahaan. Faktor yang mempengaruhi kriteria yang akan digunakan dalam audit antara lain: Tujuan dari kegiatan yang diaudit, Pendekatan audit, Aktivitas tujuan audit. Karakteristik kriteria yang baik antara lain:
-          Realistis
-          Dapat dipercaya
-          Bebas dari pengaruh kelemahan manusia
-          Mengarah pada temuan-temuan dan kesimpulan untuk memenuhi kebutuhan informasi pemberi tugas audit
-          Dirumuskan secara jelas dan tidak mengandung arti ganda yang dapat menimbulkan interpretasi yang berbeda
-          Dapat dibandingkan
-          Diterima semua pihak
-          Lengkap
-          Memastiksn adanya rentang waktu pada saat suatu kejadian/kegiatan berlangsung.
6.      Kesimpulan Hasil Audit
Dari hasil audit, auditor harus membuat kesimpulan atas hasil audit pendahuluan yang telah dilakukan. Kesimpulan ini akan menjadi dasar dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam tahapan audit selanjutnya.

Adapun prosedur audit yang biasa dilakukan oleh auditor meliputi:
1.Inspeksi : Merupakan pemeriksaan secara rinci terhadap dokumen dan kondisi fisik sesuatu.
2.Pengamatan (observation) : Pengamatan atau observasi merupakan prosedur audit untuk melihat dan menyaksikan suatu kegiatan.
3.Permintaan Keterangan (enquiry) :Merupakan prosedur audit yang dilakukan dengan meminta keterangan secara lisan.
4.Konfirmasi :Konfirmasi merupakan bentukpenyelidikan yang memungkinkan auditor memperoleh informasi secara langsung dari pihak ketiga yang bebas.
5.Penelusuran (tracing) :Penelusuran terutama dilakukan pada bahan bukti dokumenter. Dimana dilakukan mulai dari data awal direkamnya dokumen, yang dilanjutkan dengan pelacakan pengolahan data-data tersebut dalam proses akuntansi.
6.Pemeriksaan bukti pendukung (vouching) :Pemeriksaan bukti pendukung (vouching) merupakan prosedur audit yang meliputi; Inspeksi terhadapdokumen-dokumen yang mendukung suatu transaksi atau data keuangan untuk menetukan kewajaran dan kebenarannya. Pembandingan dokumen tersebut dengan catatan akuntansi yang berkaitan.
7.Perhitungan (counting) : Prosedur audit ini meliputi perhitungan fisik terhadap sumberdaya berwujud seperti kas atau sediaan tangan, pertangungjawaban semua formulir bernomor urut tercetak.
8.Scanning :Scanning merupakan penelaahan secara cepat terhadap dokumen, cacatan, dan daftar untuk mendeteksi unsur-unsur yang tampak tidak biasa yang memerlukan penyelidikan lebih mendalam.
9.Pelaksanaan ulang (reperforming) :Prosedur audit ini merupakan pengulangan aktivitas yang dilaksanakan oleh klien.
10.Computer-assisted audit techniques :Apabila catatan akuntansi dilaksanakan dalam media elektronik maka auditor perlu menggunakan Computer-assisted audit techniques dalam menggunakan berbagai prosedur audit di atas.



DAFTAR PUSTAKA


1 komentar:

  1. perhitungan audit paling efektif dilakukan berapa bulan sekali min? dan apakah orang audit berbeda dg accounting?

    BalasHapus